P2KB

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PROFESI KEDOKTERAN BERKELANJUTAN (P2KB)

 

 

Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia

 

(PERDOKI)

 

 

 

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

1. Latar Belakang

 

Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) merupakan organisasi profesi Spesialis Kedokteran Okupasi yang turut bertanggung jawab dalam menjamin terselenggaranya pelayanan kedokteran bidang okupasi yang bermutu.

 

Tujuan Pengemmbangan Pendidikan dan Keprofesionalisme Kedokteran Berkelanjutan (P2KB) PERDOKI sesuai dengan program yang diselenggarakan oleh IKatan Dokter  Indonesia (IDI) yaitu :

 

1) mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme seorang dokter (berkualitas dan beretika) sesuai dengan standar global.

 

2) terjaminnya suatu penyelenggaraan pelayanan kedokteran  yang bermutu melalui upaya sertifikasi dokter.

 

 

 

2. Landasan Hukum

 

Sesuai UU No 29/2004 tentang praktik kedokteran, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merupakan satu-satunya organisasi profesi yang diakui dan mempunyai kewenangan (pasal 1, pasal 28, ayat 1 dan 2). IDI memayungi a.I 33 PDSp (termasuk kolegiumnya) sebagai sub-organisasi IDI, dijelaskan pula kedudukan PDSp yang terlihat dalam AD/ART IDI 2006 (pasal 34, 35, 47, 48). IDI mempuyai peranan awal dalam proses proram P2KB (akreditasi program P2KB) dan peranan akhir dalam proses program P2KB 

(rekomendasi IDI yang diperoleh setelah mendapat Surat Tanda Regristrasi dari Konsil Kedokteran Indonesia, guna memperoleh Surat Ijin Praktik).

 

 Muktamar ke-26 IDI telah mengeluarkan Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Profesionalisme Kedokteran Berkelanjutan ( Pedoman P2KB), yang untuk pelaksanaanya dibuat Pedoman Pelaksanaannya dibuat Pedoman Pelaksanaan Program P2KB atau Continuing Porofessional Depelopment (CPD) bagi seluruh anggotanya.

 

PERDOKI dalam Kongresnya yang terakhir juga telah menetapkan bahwa Program P2KB merupakan program yang harus dilaksanakan melalui Kolegium Kedokteran Okupasi Indonesia dan P2KB PERDOKI. 

 

3. Pengertian

 

Program P2KB pada dasarnya merupakan upaya pembinaan (oversight) bersistem untuk mneningkatkan dan mengembangkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), serta sikap (atitude) dokter agar ia

senantiasa dapat menjalankan prokfesinya dengan baik. Program P2KB juga merupakan bagian  integral dari mekanisme pemberian izin praktik (licensure).

 

Penanggung jawab penyelenggara program P2KB adalah PB.IDI (BP2KB IDI), melalui pelaksanaannya dalam hal ini PERDOKI.

 

Bebebarapa cara untuk menetapkan kebutuhan belajar seseorang, mulai dari ujian formal sampai ke cara yang umum dalam kehidupan sehari-hari seperti penilaian atasan atau teman sekerja, medical audit, bahkan juga perenungan (refleksi) diri. Berdasarkan learning needs itu seorang dokter hendaknya menyusun sendiri rencana pengembangan dirinya dalam bentuk RPD (rencana pengembangan diri) 

atau personal development an (PDF).

 

 

P2KB Perdoki meliputi ksemua kegiatan dokter Spesialis Kedokteran Indonesia, formal maupun nonformal, yang dilakukannya untuk mempertahankan , membaharukan, mengembangkan, dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan  dan sikap profesionalnya di bidang okupasi sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kliennya. Karena P2KB merupakan kegiatan belajar mandiri yang self-directed dan pratice-based, maka unsur utamanya adalah pencatatan. Untuk tujuan monitoring tersebut PERDOKI juga sudah membuka website, yaitu: www.perdoki.or,id  

 

Kebijakan umum dalam pelaksanaan program P2KB PERDOKI disepakati bersama oleh Kolegium Kedokteran Okupasi Indonesia dan PERDOKI melalui Badan P2KB IDI, sedangkan implementasi P2KB PERDOKI dilaksanakan oleh PERDOKI yang bertanggung jawab menyusun kebijakan operasionalnya (petunjuk pelaksanaan teknis) sesuai dengan ciri layanan bijdang okupasi. Sesuai dengan hal tersebut,

maka PERDOKI membentuk Tim Akreditasi untuk menyusun kebijakan operasional tersebut.

 

 

 

Petunjuk pelaksnaan teknis skema P2KB PERDOKI  sesuai dengan P2KB IDI, disusun dengan acuan standar internasional untuk suatu P2KB, antara lain yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education, American Medical Association (AMA/American Council,dan Federation of Royal Colleges of Physicians of the UK).

3.1 Program pengembangan pendidkan keprofesian berkelanjutan atau porogram continuing professional development (CPD) PERDOKI adalah upaya pembinaan (oversight) bersisitem bagi Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengembangkan sikap agar ia senantiasa dapat menjalankan profesinya dengan baik. Program ini

wajib diikkuti oleh setiap anggota PERDOKI sebagai bagian  dari mekanisme pemberian kewenangan dan izin praktik.

 

3.2 Skema P2KB/CPD PERDOKI adalah program P2KB PERDOKI yang dituangkan dalam satu  dokumen ( petunjuk pelaksanaan teknis ) sebagai acuan bagi anggotanya untuk menjalani program tersebut. 

 

3.3 Stakeholder pelayanan kesehatan/kedokteran okupasi adalah semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak  langsung dalam pelayanan kesehatan/kedoktaran, mereka adalah (1) pemberi layanan (provider) baik sebagai institusi (misalnya klinik perusahaan ) maupun sebagai perorangan , (2) pengguna layanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta, (3) institusi pendidikan spesialis okupasi yang menghasilkan provijder, dan (4) PERDOKI sebagai tempat perorangan  Dokjter Spesialis Kedokteran Okupasi (pemberi layanan) berhimpun. 

 

3.4 Kegiatan pendidikan dalam konteks Pedoman P2KB ini adalah berbagai kegiatan yang dijalani  oleh seseorang dalam kapasitasnya sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, yang memberikan kesempatan baginya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan profesionalnya, serta mempertahankan profesionalismenya di bidang okupasi. 

 

3.5 Standar profesi Pengertian umumnya adalah kritera kemampuan (professional knowledge, skill, attitude) minimal yang harus dikuasai agar dapat menjalankan kegiatan proffesional di bidang okupasi  dan memberikan layanan kepada kliennya secara mandiri. Dengan demikian pada hakekanya stadar profesi kedokteran okupasi adalah nilai-nilai profesi kedokteran okupasi yang harus digunakan sebagai

petunjuk dalam kegiatan profesi , yang terdiri dari standar pendidikan, bstandar kompetensi, etika profesi, stadar pelayanan.

 

 

3.6 Kredit adalah satuan yang digunakan untuk mengukur kemampuan/kompetensi seorang profesional (dokter) Spesialis Kedokteran Okupasi yang diperolehnya dengan menjalalani 1 jam kegiatan yang diakui sebagai kegiatan pendidikan dalam suatu skema P2KB PERDOKI (nilai normatif)  

 

3.7 Kredit prasyarat (credit requirement) adalah jumlah kredit partisipasi yang harus dikumpulkan oleh seorang dokter spesialis okupasi dalam program P2KB PERDOKI, dalam suatu kurun waktu tertentu yang menjadi prasyarat untuk ia mendapatkan sertifikat kompetensi.

 

 

3.8 Sertifikasi dan resertifikasi  adalah proses pemberian surat keterangan pengakuan oleh Kolegium Kedokteran Okupasi Indonesia untuk menyatakan bahwa yang bersangkutan dinilai telah memililki kemampuan profesi yang setara dengan standar profesi dan standar kompetensi yang ditetapkan oleh Kolegium Spesialis Kedokteran Okupasi. Dalam proses ini Kolegium Kedokteran Okupasi Indonesia

mengeluarkan sertifikat kompetensi yang merupakan syarat mutlak untuk dikeluarkannya rekomendasi untuk penerbitan surat izin praktik oleh Badan P2KB IDI.

 

 

 

3.9 Sertifikat kompetensi adalah surat keterangan yang dikeluarkan bagi seorang dokter Spesialis Kedokteran Okupasi melalui Kolegium Kedokteran Okupasi Indonesia untuk menyatakan bahwa dokter tersebut kompeten umtuk menjalankan prakteknya. Sertifikat ini diperlukan untuk registrasi ulang ke Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Sertifikat kompoetensi tersebut dikeluarkan setelah seorang dokter

Spesialis Kedokteran Okupasi menjalankan rangkaian Program P2KB PERDOKI.

 

3.10 Rekomendasi IDI adalah rekomendasi yang dikeluarkan oleh IDI bagi seorang dokter Spesialis Kedokteran Okupasi untuk keperluan pengurusan izin praktik Spesialis Kedokteran OKupasi. Rekomendasi ini dikeluarkan hanya bila yang bersangkutan memiliki sejumlah syarat, salah satunya adalah sertifikat kompetensi yang dilegalisir oleh BP2KB IDI. 

 

3.11 Pemberian izin praktik Spesialis Kedokteran Okupasi (licensure) adalah suatu proses pemberian izin oleh lembaga yang berwenang kepada seorang dokter Spesialis Kedokteran Okupasi untuk dapat menjalankan profesinya (berpraktik) di suatu Institusi/praktik perorangan. Izin ini hanya diberikan kepada dokter Spesialis Kedokteran Okupasi yang memperoleh STR.

 

 

3.12 Registrasi adalah prosedur pendaftaran seorang dokter Spesialis Kedokteran Okupasi pada Konsil Kedokteran Indonesia.

 

 

PERHIMPUNAN SPESIALIS KEDOKTERAN OKUPASI INDONESIA