Pertemuan Ilmiah Tahunan PERDOKI ke-13 tahun 2019

...

Salam Okupasi !!!

PERDOKI yang saat ini diketuai oleh DR. Dr. Astrid B. Sulistomo, MOH, Sp.Ok kembali menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan atau The Indonesian Occupational Medicine Updates (IOMU) di mana tahun ini telah memasuki penyelenggaraan yang  ke-13. Kegiatan ilmiah PERDOKI ini bertujuan untuk memperbarui perkembangan ilmu pengetahuan  dalam kedokteran okupasi bagi anggotanya; baik   terkait  masalah kesehatan pekerja di Indonesia maupun perkembangan informasi terbaru dari berbagai negara lainnya.  Bertempat di hotel Prime Plaza, Sanur-Bali, tanggal 6-8 Oktober 2019, pada IOMU tahun ini PERDOKI bekolaborasi dengan International Commission on Occupational Health – Scientific Committee Mining Occupational Safety and Health (ICOH-MinOSH) mengangkat tema : “Occupational Safety and Health in Mining Indstry : From Ore to Vision Zero’.

Rangkaian acara diawali dengan grand opening pada tanggal 6 Oktober yang dihadiri oleh Prof. Seong Kyu-Kang sebagai Vice President International Commission on Occupational Health dan Erik Jørs, MD MIH serta  DR. Jinky Leilanie Lu dari ICOH-Scientific Committee MinOSH. Acara secara resmi dibuka oleh Asisten III Gubernur Provinsi Bali dengan didampingi Ketua IDI, Dekan FK Udayana serta para undangan kehormatan lainnya. Dr. Liem Jen Fuk, MKK, Sp.Ok  selaku chairman dari IOMU ke-13 ini pada sambutannya menjelaskan bahwa tema yang diangkat kali ini yaitu  “From ore to vision zero” mengajak kita kembali pada kesadaran bahwa kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja khususnya di sektor pertambangan, migas dan energi pada dasarnya dapat dicegah. Upaya pencegahan tersebut diantaranya melalui komitmen penuh dari semua pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan risiko kesehatan di tempat kerja.

Dihadiri oleh sekitar 300 peserta baik dari dalam maupun luar negeri, kegiatan ini terdiri dari Workshop (6 Oktober 2019) untuk meningkatkan keterampilan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi maupun Dokter Umum dalam memberikan pelayanan Kedokteran Kerja, serta Simposium (7-8 Oktober 2019) yang menghadirkan nara sumber dari berbagai negara diantaranya Indonesia, Australia, Denmark, Filipina, Jepang, Jerman, Korea Selatan dan Thailand. Para pembicara mengupas berbagai topik terkini dalam bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja sesuai dengan keahliannya, mencakup topik  mengenai penyakit akibat kerja, kecelakaan di tempat kerja, penyakit menular dan tidak menular, pengendalian risiko kesehatan di lingkungan kerja serta mengenai  Fitness to Work.

Pada forum ini Perdoki juga mensosialisasikan konsensus yang telah dihasilkan yaitu konsensus Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang disampaikan oleh dr. Nusye E. Zamsyiar, MS, Sp.Ok serta konsensus Fitness to Work (kelaikan kerja) oleh DR. Dr. Dewi. S. Soemarko, MS, Sp.Ok; yang merupakan panduan bagi Dokter Kesehatan Kerja dalam melaksanakan tugasnya. Melalui kegiatan ilmiah ini diharapkan peserta akan mendapatkan manfaat yang besar sehingga dapat mengimplementasikan program pencegahan penyakit dan kecelakaan kerja serta program Fitness to Work di tempat kerja masing-masing

Sebagai organisasi yang bermitra dengan berbagai stake holder, tentu saja Kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta yang selalu mendukung PERDOKI selama ini. Dengan terlaksananya kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan yang melibatkan berbagai pihak ini, diharapkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja di Indonesia dapat berjalan semakin baik untuk mewujudkan tenaga kerja Indonesia yang bugar sehat serta produktif.

PERHIMPUNAN SPESIALIS KEDOKTERAN OKUPASI INDONESIA

Social Links