PERDOKI Perkuat Peran Indonesia pada ACOH 2026 dan Bidding Tuan Rumah ACOH 2029

Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) berpartisipasi aktif dalam Asian Congress on Occupational Health (ACOH) 2026 yang diselenggarakan pada 5–8 Agustus 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Keikutsertaan Indonesia dalam forum kesehatan kerja tingkat Asia ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi ilmiah, memperluas jejaring internasional, sekaligus mempresentasikan kesiapan Indonesia dalam bidding sebagai calon tuan rumah ACOH 2029 di Bali.

Dalam proses pencalonan tersebut, Indonesia mengusung tema “Advancing Occupational Health for a Resilient, Inclusive, and Sustainable Asia”, yang mencerminkan komitmen terhadap pengembangan kesehatan kerja yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Asia.

Kontribusi Ilmiah Indonesia

Delegasi Indonesia memberikan kontribusi yang kuat dalam berbagai agenda ilmiah ACOH 2026. PERDOKI menyelenggarakan Affiliate Symposium yang menampilkan pengalaman Indonesia dalam implementasi kedokteran okupasi pada pekerja dengan berbagai bahaya kesehatan yang kompleks.

Simposium tersebut membahas pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan identifikasi bahaya, penilaian risiko kesehatan, surveilans kesehatan kerja, pengendalian pajanan, faktor individu, serta perlindungan pekerja berbasis bukti. Topik yang disampaikan mencakup peran nutrisi dalam perlindungan pekerja yang terpajan timbal, imunisasi untuk perlindungan dan peningkatan produktivitas pekerja, serta biomonitoring kadmium dan tekanan darah pada pekerja pertanian.

Indonesia juga berkontribusi dalam dua sesi utama ACOH 2026, disertai tiga presentasi oral dan sembilan presentasi poster dari peserta Indonesia. Partisipasi tersebut menjadi sarana penting untuk memperluas diseminasi penelitian dan praktik kedokteran okupasi Indonesia serta membuka peluang kolaborasi ilmiah dengan berbagai negara.

Memperkuat Jejaring Regional dan Internasional

Selain kegiatan ilmiah, PERDOKI turut berpartisipasi dalam berbagai forum organisasi profesi internasional, termasuk pertemuan National Secretaries International Commission on Occupational Health (ICOH) se-Asia, Council Meeting Asian Association of Occupational and Environmental Health (AAOEH), serta Southeast Asian Occupational and Environmental Medicine Network (SEAOEMNet).

Keterlibatan tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kesehatan kerja regional dan internasional, khususnya dalam pengembangan pendidikan, standar kompetensi, penelitian, dan praktik kedokteran okupasi.

Promosi Indonesia dan Bali melalui Booth ACOH 2029

Sebagai bagian dari strategi bidding, PERDOKI menghadirkan Booth Indonesia ACOH 2029 sebagai pusat promosi Indonesia dan Bali. Booth menampilkan konsep kongres, kesiapan ilmiah dan organisasi, program yang direncanakan, serta berbagai materi promosi dan budaya Indonesia.

Booth juga menjadi ruang diplomasi dan interaksi dengan delegasi negara-negara anggota AAOEH. Selama penyelenggaraan ACOH 2026, hampir 700 peserta mengunjungi Booth Indonesia, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah ACOH 2029.

Dukungan terhadap pencalonan Indonesia turut diperkuat melalui keterlibatan dan dukungan berbagai pemangku kepentingan nasional.

Bidding ACOH 2029: Indonesia Raih Dukungan Kuat

Dalam presentasi bidding, tim Indonesia menyampaikan visi ACOH 2029, kesiapan PERDOKI, keunggulan Bali sebagai destinasi kongres internasional, rencana program ilmiah dan budaya, dukungan pemangku kepentingan, serta kesiapan fasilitas dan pembiayaan.

Indonesia bersaing dengan Filipina dalam pencalonan sebagai tuan rumah ACOH 2029. Pada pemungutan suara awal dalam General Assembly AAOEH, Indonesia dan Filipina memperoleh hasil yang sama, yaitu masing-masing enam suara.

Karena voting awal berakhir imbang, proses dilanjutkan melalui diskusi dan pertimbangan General Assembly. Berdasarkan hasil pembahasan tersebut, Filipina kemudian ditetapkan sebagai tuan rumah ACOH 2029.

Meskipun Indonesia belum terpilih sebagai tuan rumah, hasil voting yang seimbang menunjukkan bahwa proposal Indonesia memiliki daya saing serta memperoleh dukungan yang kuat dari negara-negara anggota.

Langkah Strategis ke Depan

Partisipasi PERDOKI dalam ACOH 2026 dan proses bidding ACOH 2029 telah memberikan berbagai capaian strategis, mulai dari meningkatnya visibilitas Indonesia, penguatan jejaring internasional, hingga semakin dikenalnya kapasitas ilmiah dan pengalaman Indonesia dalam bidang kedokteran okupasi.

Ke depan, PERDOKI akan terus memelihara komunikasi dengan jejaring dan negara-negara mitra, meningkatkan keterlibatan dalam AAOEH, ICOH, dan SEAOEMNet, serta mendokumentasikan pengalaman dan pembelajaran dari proses bidding sebagai landasan bagi pencalonan Indonesia pada kesempatan berikutnya.

Keikutsertaan Indonesia di ACOH 2026 menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PERDOKI untuk memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan kesehatan dan kedokteran okupasi di tingkat regional maupun internasional.

Situs ini menggunakan cookies untuk memberikan pengalaman menjelajah yang lebih baik. Dengan mengunjungi situs ini, Anda setuju dengan penggunaan cookies kami.